Kelas Budaya untuk Mahasiswa Uzbekistan

 Malang, BIPA UNISMA-  Pengenalan budaya kepada mahasiswa asing dimulai dengan pembelajaran di kelas budaya. Bagi mahasiswa asing perempuan ditempatkan di kelas Angklung dan bagi mahasiswa asing laki-laki berada di kelas Pencak silat. (Malang, 06/08/18)

 

Dok. BIPA UNISMA

Kelas budaya dimulai pada sore hari, sekitar pukul 14.30 WIB. Kelas budaya angklung ditempatkan di kelas BIPA yang berada pada gedung Al-Hanafi lantai 5. Sedangkan kelas budaya pencak silat dilakukan di lapangan olahraga Universitas Islam Malang. Kelas budaya dilaksanakan selama satu minggu dua kali, pada hari selasa dan kamis.

Kelas budaya angklung diajarkan oleh Dewi Candra H.W salah satu mahasiswa PBSI Universitas Islam Malang. Tampak dengan telaten ia mengajarkan angklung kepada mahasiswa asing.

Pengajar angklung memulai pembelajaran dengan memainkan angklung secara individu, dengan lagu “Gundul-Gundul Pacul” sesuai dengan yang akan diajarkan kepada mahasiswa asing. Setelah usai memainkannya pengajar angklung membagikan angklung kepada satu-persatu mahasiswa asing untuk mempelajari cara memainkan angklung.

Tak langsung memaksakan mahasiswa asing untuk membentuk ritme, tapi pengajar angklung lebih mengutamakan mahasiswa bisa memainkan angklung terlebih dahulu. Seperti pada jelasnya kepada wartawan

“Untuk hari ini, saya akan mengenalkan alat musik angklung dulu kepada mahasiswa. Asalkan mereka bisa membunyikan dan memegang alat dengan benar itu sudah langkah awal yang baik, besok akan kita coba untuk memainkan ritmenya”. ujar Dewi selaku pengajar kelas budaya angklung.

Lagu daerah yang diajarkan kepada mahasiswa asing adalah “Gundul-Gundul Pacul”, lagu daerah dengan ritme ringan dan asik ini akan ditampilkan saat penutupan Program Summer Course Scholarship-Uzbekistan satu bulan mendatang.

Tak hanya memainkan angklung, mahasiswa yang tidak memegang alat musik diajarkan untuk menyanyikan lagu daerah sebagai pengiring angklung. Nembang istilah bahasa jawanya, mahasiswa yang bertugas untuk Nembang adalah Shakhlo, mahasiswa Uzbekistan yang dengan aksen khas Uzbekistannya berusaha menyanyikan lagu daerah Indonesia tersebut.

 

Dok. BIPA UNISMA

Pencak silat, adalah kebudayaan bela diri khas Indonesia. Tampak ketiga mahasiswa Uzbekistan laki-laki sedang belajar kelas budaya pencak silat tersebut dengan pengajar Sulton Maarif, S.Pd.

Pelaksanaan kelas budaya pencak silat ini bersamaan dengan kelas budaya angklung, hanya saja kelas budaya pencak silat, bertempat di lapangan olahraga Universitas Islam Malang.

Mulai dari teknik dasar hingga pergulatan akan dipelajari oleh mahasiswa Uzbekistan. Pencak silat ini juga akan dipertontonkan pada penutupan Program Summer Course Scholarship-Uzbekistan satu bulan mendatang.

 

Penulis : dedewca 07/08/18